“Kalau mbak PKS ya? Atau Tarbiyah? Atau IM (Ikhwanul Muslimin)?”. Demikianlah pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh seorang kawan saya. Hemmm susah menjawabnya, karena bagi saya itu pertanyaan yang tidak mengenakan. Mengusik. Read more
When Drama become more Than A Drama!
Beberapa bulan terakhir ini, saya sedang menyukai menonton K-Drama. Dan tampaknyataste tontonan saya yang sebelumnya menyukai film-film Barat biasanya dari Hollywood, perlahan telah berubah. Saya menyukai K-Drama, tetapi bukan berarti saya tergila-gila dengan boys/girls band K-Pop yang sekarang sedang mewabah pada ABG saat ini. Itu dua hal yang berbeda bagi saya. Saya menyukai K-Drama, karena memang sejak awal saya hobi nonton. Apalagi di saat-saat bete, lelah dan capek dengan rutinitas harian.
Read more
Life is adventure!
Februari. Maret. April. Mei. Juni. Juli. Agustus. September. Oktober.
9 bulan. Kira-kira telah selama itulah saya duduk bersama laptop putih Samsung saya, merangkai kata demi kata hingga sekarang semuanya telah berjumlah 200 halaman lebih. 9 bulan, belum termasuk masa-masa saya bergerilya mencari berbagai referensi di berbagai perpustakaan dan membacanya halaman demi halaman. Terlalu lamakah untuk sebuah tugas akhir yang disebut Thesis? Saya tak tahu. Bisa jadi iya, bisa pula tidak. Yang pasti saya telah melewati 9 bulan tersebut dengan berbagai rasa suka dan duka. 9 Bulan sebuah proses yang mengajari saya banyak hal tentang kehidupan ini. Read more
Menjadi Titik
Menjadi titik
Dalam rangkaian frasa, kata, kalimat maka kau ingin menjadi apa?
Aku ingin menjadi titik.
Kenapa titik?
karena titik bisa berada dimana pun. Ia berdiri untuk sebuah jeda. Saat mereka berlari berkejaran, aku memilih titik untuk diam. Memandang mereka. Memahami mereka. Merasakan mereka.
Saat semua lintasan berputar ingin merubah lintasan yang lain, maka kau ingin menjadi apa?
Aku ingin menjadi ilalang liar.
Mengapa? Tidakkah ilalang hanya rumput yang mengganggu, kumuh dan tak dipandang?
Karena ilalang liar bisa hidup dimana pun. Ia lusuh, tetapi ia mampu bersabar dalam kelusuhannya.
Ia dibenci, tetapi ia mengakar kuat kemana pun ia berada. Ia tetap berdiri dalam kelusuhannya.
Tak ada yang perlu diubah. Tak ada yang perlu dipertahankan. Tak ada yang perlu ditaklukkan.
Karena titik maupun ilalang liar hanya bagian yang ada untuk belajar dari kehidupan. Hidup bukan untuk merubah, menaklukkan atau mempertahankan. Karena hidup bukan menjadi manusia sempurna.
Berjalan selangkah selangkah…..hadapi dan rasakan detaknya setiap detik.
Musuh itu adalah Aku
Entah sudah berapa bulan, berapa hari aku berada di depan netbook Samsung putihku. Sekitar 4 bulan menyusun proposal, mengumpulkan teori, memahami apa yang harus ku lakukan, 2 bulan proses pemilahan data dan koding dari 2 novel karangan Pramoedya dan 3 bulan analisis data. Dan itu belum usai sampai detik ini. Masih ada sekian proses yang harus kulalui beberapa bulan kedepan, hingga semua kertas-kertas ini terbungkus sampul merah dan berada dipojok rak bukunya. Sangat lamakah?
Mungkin iya. Bahkan sampai pada tahap tersebut, aku masih merasa belum yakin dengan proses yang kulakukan dan hasil penelitian yang telah kujalani. Mengapa? Hemm….karena aku memang benar-benar pemula dari bentuk penelitian ini. Dan masih banyak alasan yang lain lagi.
Terkadang aku ingin berlari dan meninggalkan semua ini dan beralih pada yang lain. Tetapi, aku sadar itu bukanlah solusi dan jalan terbaik.
Ada proses panjang, berliku, melelahkan dan sekian rasa ketidakenakan dari jalan yang kita tempuh untuk sampai diujung satu mimpi kita. Yah, bila aku mundur aku tahu aku hanya akan menjadi pengecut dan tidak pernah menyelesaikan apa yang pernah kumulai.
Jadi, bertahan saat ini dengan segala kesulitan, ketidakyakinan dan kelelahan mungkin lebih baik daripada berjalan maju meninggalkan semuanya. Setidaknya, aku menyelesaikan apa yang telah kumulai dulu. Setidaknya, aku tidak menjadi pengecut saat menghadapi kehidupan ini.
Saat sekitarku memilih berlari dengan cepat dan mencapai satu titik ke titik berikutnya dalam hidup mereka, maka aku akan memilih tetap berada disini untuk terus bertahan dengan apa yang pernah kuyakini. Karena bertahan adalah proses mengalahkan diri sendiri.
Musuh itu bukan siapa-siapa, ia adalah diriku sendiri. Dan aku ingin mengalahkan diriku sendiri bukan siapa-siapa.
Belajar Gagal
Dimana pun dan kapan pun tak ada manusia yang mau gagal. Satu hal yang pasti akan dihindari dalam kehidupan manusia adalah kegagalan. Mengapa? Karena kegagalan adalah kesalahan!
Anda gagal menyelesaikan soal dalan tes, bisa berarti gagal lulus ujian atau gagal lolos untuk mendapatkan pekerjaan. Anda gagal dalam bekerja, bisa berarti anda dipecat, diturunkan dari jabatan, gaji dipotong. Anda gagal kehidupan keluarga Anda, bisa berarti Anda mengalami perceraian. Yah, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang lain bila gagal terjadi.
Tapi ternyata sebuah kegagalan tak selalu didefinisikan seperti di atas. Dalam sisi yang lain, gagal adalah belajar bangkit dari keterpurukan. Gagal adalah belajar meyakini masih ada pertolongan dariNya untuk terus berjalan. Gagal adalah belajar bahwa hidup butuh pengorbanan dan kerja keras. Gagal adalah belajar bahwa kita masih manusia, bukan dewa. Gagal adalah belajar dari sebuah titik kesalahan menuju titik kebenaran selanjutnya.
Tak banyak orang mau gagal, padahal gagal dan berhasil adalah dua mata sisi kehidupan manusia yang pasti terjadi. Kalau anda mau berhasil, maka kegagalan adalah sebuah kepastian. Mengapa? Karena kita manusia. Kalau tidak mau gagal, jangan jadi manusia dan jangan memimpikan apa pun dalam hidup ini. Gagal memang menyakitkan, tetapi tidak harus dihindari.
Daripada menakuti kegagalan itu sendiri, akan lebih baik kita mengakrabi kegagalan itu sendiri. Hingga ia menjadi sangat indah dan lebih bermakna.
Jadi, sudah berapa kali Anda mengalami kegagalan? Sudahkah Anda menikmatinya?
sumber gambar: http://www.google.co.id/imgres?q=it%27s+only+failured&hl
NIKMATNYA HIDUP
Manusia sering memimpikan keberhasilan. Merumuskan, menargetkan dan beraksi untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam hidupnya. Bahkan ada banyak pelatihan dan training motivasi untuk mencapai titik keberhasilan yang diikuti banyak orang.
Tetapi terkadang aku bertanya, apakah sebenarnya keberhasilan itu? Benarkah seseorang yang berhasil adalah yang memiliki harta berlimpah? Dikenal banyak orang? Memiliki prestasi terkenal? Memiliki gelar yang panjang? Memiliki pasangan hidup yang tampan dan setia? Memiliki anak-anak yang cantik/tampan, pintar dan sehat?
Entah apa itu keberhasilan, setiap orang memiliki definisi keberhasilannya masing-masing sesuai dengan kondisi ia hidup dan berkembang. Bagi setiap orang biasanya keberhasilan melekat dengan bahagia. Jadi, berbahagialah seseorang bila ia mampu mencapai titik keberhasilan dalam hidupnya.
Lalu, bagaimana bila seseorang mengalami kegagalan dalam hidupnya? Saat ia tak mencapai apa yang ia harapkan dan targetkan? Saat seseorang tak memiliki harta yang melimpah, tak dikenal banyak orang, tak memiliki prestasi apa pun, tak memiliki pasangan hidup yang tampan dan setia, tak memiliki anak-anak yang cantik/tampan, pintar dan sehat? Dan banyak lagi….
Yang pasti, siapa pun ia selama ia masih hidup di dunia ini, entah ia gagal atau berhasil dalam mencapai mimpinya, tetap ia berhak menikmati kehidupan ini. Apakah, saat manusia mengalami kegagalan lantas ia harus mati? Harus bunuh diri?
Salah satu nikmat terbesar dalam hidup ini adalah kehidupan itu sendiri. Jadi, entah saya, anda, kamu, kita merasa berhasil atau gagal dalam hidup ini, hidup tetap akan terus berlanjut hingga Ia yang menentukkan kapan hidup ini akan berakhir. So, daripada melihat kehidupan ini gagal atau berhasil, lebih baik menikmati kehidupan itu sendiri bukan??
So, sudahkah Anda menikmati hidup Anda hari ini?
WANITA oh WANITA
Wanita di Persimpangan Jaman
Entah apa yang membuat saya tiba-tiba merasa benar-benar bersyukur, saat melewati detik-detik yang melelahkan di kala menyelesaikan penelitian linguistik ini. Setelah sebelumnya saya merasa stuck, karena di depan netbook Samsung saya lebih dari 12 jam tiap hari selama dua bulan ini. Stuck karena tak terbiasa dengan rutinitas baru seperti ini, membaca buku, memenggal kalimat-kalimat dari dua buku Pramoedya sebagai objek penelitian sebanyak 200 halaman, merevisi proposal setelah dari bimbingan dan Googling mencari bahan referensi. It’s really boring sometimes.
Di sela-sela kebosanan itulah, kemudian saya mendengar tausyiah dari Ustadz Natsir Haris di MQ FM Jogja soal bersyukur. “Bila mau bersyukur, lihatlah ke bawah dan melihat saudara-saudara kita yang lain. Bersyukurlah maka Allah akan tambahkan nikmat yang lain. Mengeluh hanya akan membawa kita menjadi manusia menjadi kufur. Manusia yang kufur nikmat akan dikurangi nikmatnya oleh Allah”. Kira-kira begitulah isi tausyiah beliau. Read more
ISPA?! Siapakah Dia?
http://arc165.wordpress.com
Awal Berkenalan dengan ISPA
Saya tidak pernah percaya bahwa saya adalah salah satu pengidap ISPA (infeksi saluran pernafasan akut). Riwayat kesehatan saya paling parah saat ini adalah gejala typus, itupun sewaktu saya masih TK. Saat itu saya sampai harus dirawat inap selama seminggu. Setelah itu, ibu saya sangat protektif soal kesehatan saya. Intinya ga boleh jajan sembarang.
Pertama kali mendengar bahwa saya mengidap ISPA sekitar bulan September/oktober 2009, saya lupa tepatnya. Pastinya saat itu saya sedang sibuk-sibuknya dengan penelitian skripsi saya dan harus bolak balik jogja-banguntapan 2-3 kali setiap minggu. Saat itu, saya mengendarai motor melewati jalanan Banguntapan yang memang sangat berdebu dan panas. Akhirnya, saya pun terkena flu beberapa hari.
Saya kira hanya flu biasa, karena kelelahan dan kebanyakan minum es. Semenjak kecil saya memang dilarang minum es, karena pasti batuk pilek setelah minum es. Menyusul beberapa hari kemudian saya demam, tenggorokan sakit dan flu makin parah. Tak ada pilihan lain, selain dibawa ke dokter. Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa saya terkena ISPA. Awalnya saya tidak percaya, karena ISPA saya kira seperti asma. Susah nafas, tiba-tiba pingsan dan susah menarik nafas. Read more
KEKUATAN DOA DIBALIK NILAI YANG RAIB!
http://afterthisandthat.com/2010/05/agar-kami-tidak-menjadi-mereka/
Berada di penghujung semester itu terasa di penghujung tanduk. Mengapa? Karena semua hal menjadi titik penentu untuk proses selanjutnya. Gagal satu mata kuliah di semester ini, maka akan mengulang di dua semester selanjutnya. Tidak mengikuti ujian compre di akhir semester 3 ini sebagai syarat wajib untuk sidang thesis, maka tidak bisa mengikuti sidang thesis. Intinya, semua hal harus dipastikan beres untuk masuk ke semester 4 berikutnya! Bila memang target lulus kali ini tinggal hitungan bulan kedepan. Hufttt….
Read more


