Beberapa bulan terakhir ini, saya sedang menyukai menonton K-Drama. Dan tampaknyataste tontonan saya yang sebelumnya menyukai film-film Barat biasanya dari Hollywood, perlahan telah berubah. Saya menyukai K-Drama, tetapi bukan berarti saya tergila-gila dengan boys/girls band K-Pop yang sekarang sedang mewabah pada ABG saat ini. Itu dua hal yang berbeda bagi saya. Saya menyukai K-Drama, karena memang sejak awal saya hobi nonton. Apalagi di saat-saat bete, lelah dan capek dengan rutinitas harian.
Ada apa dengan K-Drama? Sebenarnya sih K-Drama di Indonesia biasa disebut dengan sinetron. Tetapi jelas pada tampilan dan bentuknya jauh jauh berbeda pada keduanya. K-Drama biasa memiliki durasi episode yang pendek sekitar 15-20. Kalau ada yang lebih dari itu mentok sampai 100 episode. Hal ini jelas beda dengan sinteron Indonesia yang episodenya bisa beranak pinak.
Oleh karena itulah, satu drama berkisar 1-2 bulan, sehingga dalam satu tahun setiap stasiun TV di Korea bisa menanyangkan 5 drama yang berbeda dengan kisah yang bervariasi. Inilah yang menarik ^^b Baik sinetron dan K-Drama jelas ada sisi dramatisasinya, namanya juga tontonan. Sayangnya sampai saat ini saya belum jatuh cinta dengan sinetron Indonesia dengan gaya, bentuk dan tampilannya. Ini bukan tak cinta pada produk Indonesia, tetapi soal kualitas tontonan.
Dari K-Drama saya belajar banyak hal pastinya. Pertama, tentang sejarah Korea Selatan. K-Drama banyak menampilkan sejarah Korea yang dikenal dengan Saeguk. Saeguk rata-rata memiliki ratting yang tinggi, karena ditampilkan dengan kualitas yang tidak main-main. Terakhir Saeguk yang saya tonton adalah Princess Man. Two Tumbs Up! :D Kedua, tentang kehidupan sosial, politik dan budaya di Korea. Ketiga, tentang kreatifitas dan ide-ide cerdas para sineas dari K-Drama di Korea yang sangat kompetitif. Sinematograpi, adegan-adegannya yang sangat emosional, soundtrack, dan kekuatan ceritanya. Tidak semua K-Drama bagus, biasanya yang memiliki rating sekitar 15-20 ke atas memang benar-benar bagus. Maka, saya lebih memilih K-Drama yang memiliki rating pada kisaran tersebut, karena waktu untuk menonton saya juga jelas terbatas.
Selain K-Drama saya sebenarnya menyukai juga J-Drama (Japanese Drama), sayangnya di pasaran terutama di rental film, J-Drama beredar tidak sebanyak seperti K-Drama. Untuk J-Drama, saya juga belajar banyak hal. Bahkan beberapa J-Drama memiliki muatan edukasi yang lebih banyak dibandingkan dengan K-Drama.
Harapan Untuk Sinetron Indonesia
When Drama becomen more Than A Drama! So, tontonan pastinya buat saya tidak hanya sekedar menghibur tetapi juga banyak muatan nilai pembelajaran yang bisa kita ambil. Itu sangat tergantung sejauh mana kita bisa memaknai dari kisah drama itu sendiri. Bahkan tak jarang sebuah drama bisa menampilan realitas kehidupan yang sehari-hari kita jumpai. Ada beberapa hal nilai moral yang bisa kita ambil.
Selain itu, karena disiplin keilmuan saya yang terkait bahasa, maka kebutuhan saya untuk mengenal sosial, budaya dan bahasa yang berbeda-beda menjadi sangat penting. Saat ini saya belum bisa mencipipi untuk mengunjungi ke berbagai Negara, jadi setidaknya saya bisa belajar banyak tentang sosial, budaya dan bahasa yang berbeda dari drama dari Negara lain, salah satunya K-Drama.
Dari pengalaman inilah, saya berharap banyak bagi sineas sinetron di Indonesia untuk lebih bisa memperbaiki kualitas dan citra sinetron Indonesia. Sinetron Indonesia tak harus menjadi seperti K-Drama atau J-Drama, biarlah sinetron Indonesia tumbuh dengan gaya dan bentuknya sendiri. Tetapi jelas dengan muatan edukasi dan nilai-nilai moral yang lebih banyak dan baik bagi masyarakat. Terutama bagi ibu-ibu dan remaja putrid yang lebih banyak mengkonsunsi sinetron.
betul… saya juga sering menyoroti sinetron Indonesia.. yang utama di Indonesia adalah rating menentukan jumlah episod (jika bagus episod diperpanjang sampai ga jelas jalan ceritanya)
dan terkesan tidak mau cape, byk scene yg pemainnya ngomng sendiri (yg lebih anehnya, sering keliatan baju atau tatanan rambutnya beda padahal kejadian yg sama) hadooohh….
dari kesukaan saya nonto film korea, saya malah punya keinginan ke Korea langsung berguru sama produser drama2 mereka (jalan2 ke korea jg boleh deh, yg penting gratis..hehe)
eh iya, doakan saya ya, semoga saya menang lomba My Korea Winter Story di Korea Tourism Organization Indonesia..