<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>My World</title>
	<atom:link href="http://yuliku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliku.wordpress.com</link>
	<description>"NeVer Ending LearNing"</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Dec 2011 23:57:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yuliku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>My World</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yuliku.wordpress.com/osd.xml" title="My World" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yuliku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PKS? NU? Atau Muhammadiyah?</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/pks-nu-atau-muhammadiyah/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/pks-nu-atau-muhammadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 10:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[“Kalau mbak PKS ya? Atau Tarbiyah? Atau IM (Ikhwanul Muslimin)?”. Demikianlah pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh seorang kawan saya. Hemmm susah menjawabnya, karena bagi saya itu pertanyaan yang tidak mengenakan. Mengusik. Apa pentingnya mengetahui latar belakang seseorang dari NU atau Muhammadiyah atau PKS? Islam sudah terlalu terkotak-kotakkan bahkan tercabik-cabik hanya gara-gara perbedaan mazhab, harokah dan... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/pks-nu-atau-muhammadiyah/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=743&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/10/i-am-muslim.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-744" title="i am muslim" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/10/i-am-muslim.jpg?w=206&#038;h=240" alt="" width="206" height="240" /></a>“Kalau mbak PKS ya? Atau Tarbiyah? Atau IM (Ikhwanul Muslimin)?”. Demikianlah pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh seorang kawan saya. Hemmm susah menjawabnya, karena bagi saya itu pertanyaan yang tidak mengenakan. Mengusik. <span id="more-743"></span></p>
<p>Apa pentingnya mengetahui latar belakang seseorang dari NU atau Muhammadiyah atau PKS? Islam sudah terlalu terkotak-kotakkan bahkan tercabik-cabik hanya gara-gara perbedaan mazhab, harokah dan partai. Bacalah Selimut Debu oleh Agustinus Wibowo tentang kisah perjalanannya ke Afganistan dan ke beberapa Negara Timur Tengah.</p>
<p>Kisah perjalanan Agus menggambarkan dengan jelas bagaimana nasib Negara-negara di Timur Tengah harus mengalami perang saudara bertahun-tahun yang pada akhirnya mengancurkan tatanan kehidupan sosial, politik dan ekonomi Negara itu. Yang pada akhirnya Barat dan sekutunya dengan sangat mudah mengobok-ngobok Negara-negara di Timur Tengah dengan memanfaatkan perbedaan mazhab dan suku. Haruskah Indonesia bernasib sama?</p>
<p>Tentunya tidak. Jadi, buat saya pertanyaan di atas terasa seperti membuat tembok yang tebal dan pengkotak-kotakkan keberIslaman saya. Memilih jamaah, harokah dan apa pun namanya adalah hak masing-masing indvidu. Sangat tergantung pada tingkat kepamahaman, latar belakang keluarga, perjalanan hidup dan kenyamanan seseorang. Tidak bisa disamakan satu orang dengan orang yang lain. Oleh karena itulah, perbedaan pasti ada. Jadi, daripada mendiskusikan dan meributkan perbedaan tersebut. Saya akan lebih memilih mendiskusikan untuk bekerja sama pada hal-hal yang memang kita sepakati.</p>
<p>Jadi, kalau kelak ada yang bertanya lagi pada saya “Mbak PKS ya? Tarbiyah ya? IM ya?” saya akan jawab &#8220;Yang pasti saya Muslim ^^&#8221;&#8230;&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.google.co.id/imgres?q=i+am+muslim&amp;num">http://www.google.co.id/imgres?q=i+am+muslim&amp;num</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/743/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=743&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/pks-nu-atau-muhammadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/10/i-am-muslim.jpg?w=258" medium="image">
			<media:title type="html">i am muslim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>When Drama become more Than A Drama!</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/when-drama-become-more-than-a-drama/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/when-drama-become-more-than-a-drama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 05:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>
		<category><![CDATA[Sinetron]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan terakhir ini, saya sedang menyukai menonton K-Drama. Dan tampaknyataste tontonan saya yang sebelumnya menyukai film-film Barat biasanya dari Hollywood, perlahan telah berubah. Saya menyukai K-Drama, tetapi bukan berarti saya tergila-gila dengan boys/girls band K-Pop yang sekarang sedang mewabah pada ABG saat ini. Itu dua hal yang berbeda bagi saya. Saya menyukai K-Drama, karena memang... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/when-drama-become-more-than-a-drama/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=739&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa bulan terakhir ini, saya sedang menyukai menonton K-Drama. Dan tampaknya<em>taste</em> tontonan saya yang sebelumnya menyukai film-film Barat biasanya dari Hollywood, perlahan telah berubah. Saya menyukai K-Drama, tetapi bukan berarti saya tergila-gila dengan boys/girls band K-Pop yang sekarang sedang mewabah pada ABG saat ini. Itu dua hal yang berbeda bagi saya. Saya menyukai K-Drama, karena memang sejak awal saya hobi nonton. Apalagi di saat-saat bete, lelah dan capek dengan rutinitas harian.<br />
<span id="more-739"></span><br />
Ada apa dengan K-Drama? Sebenarnya sih K-Drama di Indonesia biasa disebut dengan sinetron. Tetapi jelas pada tampilan dan bentuknya jauh jauh berbeda pada keduanya. K-Drama biasa memiliki durasi episode yang pendek sekitar 15-20. Kalau ada yang lebih dari itu <em>mentok</em> sampai 100 episode. Hal ini jelas beda dengan sinteron Indonesia yang episodenya bisa beranak pinak.</p>
<p>Oleh karena itulah, satu drama berkisar 1-2 bulan, sehingga dalam satu tahun setiap stasiun TV di Korea bisa menanyangkan 5 drama yang berbeda dengan kisah yang bervariasi. Inilah yang menarik ^^b  Baik sinetron dan K-Drama jelas ada sisi dramatisasinya, namanya juga tontonan. Sayangnya sampai saat ini saya belum jatuh cinta dengan sinetron Indonesia dengan gaya, bentuk dan tampilannya. Ini bukan tak cinta pada produk Indonesia, tetapi soal kualitas tontonan.</p>
<p>Dari K-Drama saya belajar banyak hal pastinya. Pertama, tentang sejarah Korea Selatan. K-Drama banyak menampilkan sejarah Korea yang dikenal dengan Saeguk. Saeguk rata-rata memiliki ratting yang tinggi, karena ditampilkan dengan kualitas yang tidak main-main. Terakhir Saeguk yang saya tonton adalah <em>Princess Man</em>.<em> Two Tumbs Up!</em> :D  Kedua, tentang kehidupan sosial, politik dan budaya di Korea. Ketiga, tentang kreatifitas dan ide-ide cerdas para sineas dari K-Drama di Korea yang sangat kompetitif.  Sinematograpi, adegan-adegannya yang sangat emosional, <em>soundtrack</em>, dan kekuatan ceritanya. Tidak semua K-Drama bagus, biasanya yang memiliki rating sekitar 15-20 ke atas memang benar-benar bagus. Maka, saya lebih memilih K-Drama yang memiliki rating pada kisaran tersebut, karena waktu untuk menonton saya juga jelas terbatas.</p>
<p>Selain K-Drama saya sebenarnya menyukai juga J-Drama (Japanese Drama), sayangnya di pasaran terutama di rental film, J-Drama  beredar tidak sebanyak seperti K-Drama. Untuk J-Drama, saya juga belajar banyak hal. Bahkan beberapa J-Drama memiliki muatan edukasi yang lebih banyak dibandingkan dengan K-Drama.</p>
<p><strong>Harapan Untuk Sinetron Indonesia</strong></p>
<p><em>When Drama becomen more Than A Drama</em>! So, tontonan pastinya buat saya tidak hanya sekedar menghibur tetapi juga banyak muatan nilai pembelajaran yang bisa kita ambil. Itu sangat tergantung sejauh mana kita bisa memaknai dari kisah drama itu sendiri. Bahkan tak jarang sebuah drama bisa menampilan realitas kehidupan yang sehari-hari kita jumpai. Ada beberapa hal nilai moral yang bisa kita ambil.</p>
<p>Selain itu, karena disiplin keilmuan saya yang terkait bahasa, maka kebutuhan saya untuk mengenal sosial, budaya dan bahasa yang berbeda-beda menjadi sangat penting. Saat ini saya belum bisa mencipipi untuk mengunjungi ke berbagai Negara, jadi setidaknya saya bisa belajar banyak tentang sosial, budaya dan bahasa yang berbeda dari drama dari Negara lain, salah satunya K-Drama.</p>
<p>Dari pengalaman inilah, saya berharap banyak bagi sineas sinetron di Indonesia untuk lebih bisa memperbaiki kualitas dan citra sinetron Indonesia. Sinetron Indonesia tak harus menjadi seperti K-Drama atau J-Drama, biarlah sinetron Indonesia tumbuh dengan gaya dan bentuknya sendiri. Tetapi jelas dengan muatan edukasi dan nilai-nilai moral yang lebih banyak dan baik bagi masyarakat. Terutama bagi ibu-ibu dan remaja putrid yang lebih banyak mengkonsunsi sinetron.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=739&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/when-drama-become-more-than-a-drama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Life is adventure!</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/life-is-adventure/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/life-is-adventure/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 03:59:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[S2]]></category>
		<category><![CDATA[thesis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Februari. Maret. April. Mei. Juni. Juli. Agustus. September. Oktober. 9 bulan. Kira-kira telah selama itulah saya duduk bersama laptop putih Samsung saya, merangkai kata demi kata hingga sekarang semuanya telah berjumlah 200 halaman lebih. 9 bulan, belum termasuk masa-masa saya bergerilya mencari berbagai referensi di berbagai perpustakaan dan membacanya halaman demi halaman.  Terlalu lamakah untuk... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/life-is-adventure/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=732&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/10/wisuda-elins-ugm-2011.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-733" title="wisuda-elins-ugm-2011" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/10/wisuda-elins-ugm-2011.jpg?w=214&#038;h=300" alt="" width="214" height="300" /></a>Februari. Maret. April. Mei. Juni. Juli. Agustus. September. Oktober.</p>
<p>9 bulan. Kira-kira telah selama itulah saya duduk bersama laptop putih Samsung saya, merangkai kata demi kata hingga sekarang semuanya telah berjumlah 200 halaman lebih. 9 bulan, belum termasuk masa-masa saya bergerilya mencari berbagai referensi di berbagai perpustakaan dan membacanya halaman demi halaman.  Terlalu lamakah untuk sebuah tugas akhir yang disebut Thesis? Saya tak tahu. Bisa jadi iya, bisa pula tidak. Yang pasti saya telah melewati 9 bulan tersebut dengan berbagai rasa suka dan duka. 9 Bulan sebuah proses yang mengajari saya banyak hal tentang kehidupan ini.<span id="more-732"></span></p>
<p><strong>Perjalanan Awal</strong></p>
<p>Di awal saya memutuskan mengambil tema penelitian <em>discourse analyses</em> pada novel Pramoedya Ananta Toer dan terjemahannya dalam bahasa Jerman, karena menganggapnya bisa menyelesaikannnya dengan cepat dan mendapat dosen pembimbing yang mumpuni yang sesuai tema penelitian saya. Tetapi ternyata saya melupakan beberapa faktor, hingga ada beberapa hal yang terjadi di luar prediksi saya. Pertama, saya belum pernah sama sekali mengambil bentuk penelitian kualitatif apalagi pada ranah linguistik deskriptif. Kedua, saya belum sama sekali berinteraksi dengan karya sastra dan terjemahan bahasa Indonesia-Jerman dalam skala penelitian. Ketiga, kemampuan bahasa Jerman saya yang belum “pantas” untuk penelitian jenis deskriptif linguistik untuk sebuah karya sastra-terjemahan. Ya, itulah titik poin di awal yang saya tidak saya masukan dalam list rencana penelitian saya.</p>
<p>Bagai dicemplungkan ke dalam lautan yang luas untuk berenang, di awal penelitian semuanya seperti meminum air lautan dan memenuhi rongga perut saya. Entah harus dimulai dari mana. Meraba dalam kegelapan, berjalan setapak-setapak. Memahami satu persatu, lembaran demi lembaran, mempersepsinya dalam otak kanan dan kiri saya dan kemudian merangkainya kata per kata. Lembaran demi lembaran.</p>
<p><strong>Kisah dibalik 9 bulan</strong></p>
<p>Kapan ujian? Kapan wisuda? Dua pertanyaan yang saya sendiri tak bisa menjawabnya. Terimakasih untuk orang-orang yang pernah bertanya itu pada saya, sebuah tanda bahwa masih ada yang memberikan perhatiannya pada saya. Walau terkadang tak jarang pertanyaan itu sangat menganggung dan mengusik saya, bahkan bila ada sms/pesan di YM ada yang bertanya soal itu, tak jarang saya abaikan. Maaaffff kawan ^^v</p>
<p>Saya tak lagi ingin memikirkan kawan ujian? Dan kapan wisuda? Pertanyaan yang sama sekali tak solutif untuk saat ini. Biarkan waktu yang menjawabnya. Saya tak peduli semua ini akan berujuang seperti apa. Saya pun tak peduli lagi thesis saya mungkin kelak hanya akan menjadi tumpukan di perpustakaan setelah dicoret-coret oleh dosen penguji. Semua itu tak lagi penting. Bagi saya, Tuhan telah memberikan lebih dari yang saya harapkan saat ini. Dan itu merupakan hal yang lebih penting untuk saya.</p>
<p>Di awal, seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa saya hanya ingin menyelesaikan thesis ini secepat mungkin saya bisa. Tetapi justru Tuhan memberikan saya hal yang lebih. Proses panjang thesis ini mengajarkan saya banyak hal. Sebuah proses yang harganya tak ternilai.</p>
<p>Kekuatan keyakinan dan mimpi. Keberanian menghadapi kegagalan. Keberanian mencoba dan mencoba. Keberanian melakukan kesalahan. Konsistensi. <em>Loving what you doing</em>! Kesabaran. <em>Get ur’ passion</em>! Mengalahkan diri sendiri. Bersyukur. <em>Don’t be stress</em>! <em>The power of giving</em>.</p>
<p>Ya mungkin kata-kata itulah yang bisa melukiskan semua nilai yang  berharga tersebut selama 9 bulan ini. Mundur menjadi lebih mudah di saat kalah, tetapi maju dan menyelesaikan hingga di titik akhir tampaknya menjadi lebih berharga. Kalimat itulah yang saya coba camkan baik-baik saat menghadapi berbagai kesulitan dalam menyelesaikan thesis ini.</p>
<p>Saya masih ingat, ketika titik balik thesis saya pada bulan Juli lalu. Saat semua target penelitian saya mundur, termasuk kelulusan saya. Karena kesalahan analisis pada data yang saya lakukan, sehingga ujian pun tidak mungkin segera dilakukan dan saya harus mengulang analisi data lagi dari sekitar 200 halaman. Sebelumnya sudah sekitar 3 kali saya melakukan analisis data, tetapi ternyata belum menemukan hasil data yang memuaskan dan tepat. Maka, setelah mencoba diskusi dengan kawan sekelas saya yang lebih senior dan dosen pembimbing saya, saya memutuskan untuk menganalisis ulang.</p>
<p>Dengan segala kondisi yang terasa penuh tekanan, halaman per halaman kembali saya analisis. Dan syukurlah dengan segala dukungan keluarga dan kawan-kawan saya, lembaran-lembaran analisis tersebut berhasil saya selesaikan pertengahan September kemarin. Walau belum yakin dengan hasilnya 100%. Tapi setidaknya telah mencoba yang terbaik.</p>
<p><strong>Akhir yang Belum Berujung</strong></p>
<p>Hidup bagai melompat dari satu bukit ke bukit yang lain. Awalnya tampak sulit dan tak tahu berakhir dimana dan kapan. Tapi di sanalah letak kekuatan kita. Tidak mundur, tetap melewatinya sesulit apa pun. Karena itulah mutiara-mutiara kehidupan berharga yang perlu ditemukan. Selalu ada pertolongan-Nya dalam setiap kesulitan.</p>
<p><em>“Jump over fences, play with shadow, chase the rainbow, collect the stars….Live is adventure!!”</em>- Nutrilon</p>
<p>Ilustrasi: http://www.google.co.id/imgres?q=wisuda&amp;um</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=732&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/10/29/life-is-adventure/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/10/wisuda-elins-ugm-2011.jpg?w=214" medium="image">
			<media:title type="html">wisuda-elins-ugm-2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Titik</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik-2/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 07:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi titik Dalam rangkaian frasa, kata, kalimat maka kau ingin menjadi apa? Aku ingin menjadi titik. Kenapa titik? karena titik bisa berada dimana pun. Ia berdiri untuk sebuah jeda.  Saat mereka berlari berkejaran, aku memilih titik untuk diam. Memandang mereka. Memahami mereka. Merasakan mereka. &#160; Saat semua lintasan berputar ingin merubah lintasan yang lain, maka... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik-2/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=729&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi titik</p>
<p>Dalam rangkaian frasa, kata, kalimat maka kau ingin menjadi apa?</p>
<p>Aku ingin menjadi titik.</p>
<p>Kenapa titik?</p>
<p>karena titik bisa berada dimana pun. Ia berdiri untuk sebuah jeda.  Saat mereka berlari berkejaran, aku memilih titik untuk diam. Memandang mereka. Memahami mereka. Merasakan mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat semua lintasan berputar ingin merubah lintasan yang lain, maka kau ingin menjadi apa?</p>
<p>Aku ingin menjadi ilalang liar.</p>
<p>Mengapa? Tidakkah ilalang hanya rumput yang mengganggu, kumuh dan tak dipandang?</p>
<p>Karena ilalang liar bisa hidup dimana pun. Ia lusuh, tetapi ia mampu bersabar dalam kelusuhannya.</p>
<p>Ia dibenci, tetapi ia mengakar kuat kemana pun ia berada. Ia tetap berdiri dalam kelusuhannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak ada yang perlu diubah. Tak ada yang perlu dipertahankan. Tak ada yang perlu ditaklukkan.</p>
<p>Karena titik maupun ilalang liar hanya bagian yang ada untuk belajar dari kehidupan. Hidup bukan untuk merubah, menaklukkan atau mempertahankan. Karena hidup bukan menjadi manusia sempurna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Berjalan selangkah selangkah…..hadapi dan rasakan detaknya setiap detik</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/729/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=729&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musuh itu adalah Aku</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Aug 2011 07:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[musuh]]></category>
		<category><![CDATA[pusi]]></category>
		<category><![CDATA[titik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Entah sudah berapa bulan, berapa hari aku berada di depan netbook Samsung putihku. Sekitar 4 bulan menyusun proposal, mengumpulkan teori, memahami apa yang harus ku lakukan, 2 bulan proses pemilahan data dan koding dari 2 novel karangan Pramoedya dan  3 bulan analisis data. Dan itu belum usai sampai detik ini. Masih ada sekian proses yang... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=723&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center">
Entah sudah berapa bulan, berapa hari aku berada di depan netbook Samsung putihku. Sekitar 4 bulan menyusun proposal, mengumpulkan teori, memahami apa yang harus ku lakukan, 2 bulan proses pemilahan data dan koding dari 2 novel karangan Pramoedya dan  3 bulan analisis data. Dan itu belum usai sampai detik ini. Masih ada sekian proses yang harus kulalui beberapa bulan kedepan, hingga semua kertas-kertas ini terbungkus sampul merah dan berada dipojok rak bukunya. Sangat lamakah?</p>
<p>Mungkin iya. Bahkan sampai pada tahap tersebut, aku masih merasa belum yakin dengan proses yang kulakukan dan hasil penelitian yang telah kujalani. Mengapa? Hemm….karena aku memang benar-benar pemula dari bentuk penelitian ini. Dan masih banyak alasan yang lain lagi.</p>
<p>Terkadang aku ingin berlari dan meninggalkan semua ini dan beralih pada yang lain.  Tetapi, aku sadar itu bukanlah solusi dan jalan terbaik.</p>
<p>Ada proses panjang, berliku, melelahkan dan sekian rasa ketidakenakan dari jalan yang kita tempuh untuk sampai diujung satu mimpi kita. Yah, bila aku mundur aku tahu aku hanya akan menjadi pengecut dan tidak pernah menyelesaikan apa yang pernah kumulai.</p>
<p>Jadi, bertahan saat ini dengan segala kesulitan, ketidakyakinan dan kelelahan mungkin lebih baik daripada berjalan maju meninggalkan semuanya. Setidaknya, aku menyelesaikan apa yang telah kumulai dulu. Setidaknya, aku tidak menjadi pengecut saat menghadapi kehidupan ini.</p>
<p>Saat sekitarku memilih berlari dengan cepat dan mencapai satu titik ke titik berikutnya dalam hidup mereka, maka aku akan memilih tetap berada disini  untuk terus  bertahan dengan apa yang pernah kuyakini. Karena bertahan adalah proses mengalahkan diri sendiri.</p>
<blockquote><p><strong>Musuh itu bukan siapa-siapa, ia adalah diriku sendiri. Dan aku ingin mengalahkan diriku sendiri bukan siapa-siapa.</strong></p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=723&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/13/menjadi-titik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Gagal</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/belajar-gagal/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/belajar-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 10:54:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=705</guid>
		<description><![CDATA[Dimana pun dan kapan pun tak ada manusia yang mau gagal. Satu hal yang pasti akan dihindari dalam kehidupan manusia adalah kegagalan. Mengapa? Karena kegagalan adalah kesalahan! Anda gagal menyelesaikan soal dalan tes, bisa berarti gagal lulus ujian atau gagal lolos untuk mendapatkan pekerjaan. Anda gagal dalam bekerja, bisa berarti anda dipecat, diturunkan dari jabatan,... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/belajar-gagal/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=705&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/08/its-only-failure.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-719" title="http://www.google.co.id/imgres?q=it%27s+only+failured&amp;hl" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/08/its-only-failure.jpg?w=430" alt=""   /></a>Dimana pun dan kapan pun tak ada manusia yang mau gagal. Satu hal yang pasti akan dihindari dalam kehidupan manusia adalah kegagalan. Mengapa? Karena kegagalan adalah kesalahan!</p>
<p>Anda gagal menyelesaikan soal dalan tes, bisa berarti gagal lulus ujian atau gagal lolos untuk mendapatkan pekerjaan. Anda gagal dalam bekerja, bisa berarti anda dipecat, diturunkan dari jabatan, gaji dipotong. Anda gagal kehidupan keluarga Anda, bisa berarti Anda mengalami perceraian. Yah, masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang lain bila gagal terjadi.</p>
<p>Tapi ternyata sebuah kegagalan tak selalu didefinisikan seperti di atas. Dalam sisi yang lain, gagal adalah belajar bangkit dari keterpurukan. Gagal adalah belajar meyakini masih ada pertolongan dariNya untuk terus berjalan. Gagal adalah belajar bahwa hidup butuh pengorbanan dan kerja keras. Gagal adalah belajar bahwa kita masih manusia, bukan dewa. Gagal adalah belajar dari sebuah titik kesalahan menuju titik kebenaran selanjutnya.</p>
<p>Tak banyak orang mau gagal, padahal gagal dan berhasil adalah dua mata sisi kehidupan manusia yang pasti terjadi. Kalau anda mau berhasil, maka kegagalan adalah sebuah kepastian. Mengapa? Karena kita manusia. Kalau tidak mau gagal, jangan jadi manusia dan jangan memimpikan apa pun dalam hidup ini. Gagal memang menyakitkan, tetapi tidak harus dihindari.</p>
<p>Daripada menakuti kegagalan itu sendiri, akan lebih baik kita mengakrabi kegagalan itu sendiri. Hingga ia menjadi sangat indah dan lebih bermakna.</p>
<blockquote>
<p style="text-align:center;"><em><strong>Jadi, sudah berapa kali Anda mengalami kegagalan? Sudahkah Anda menikmatinya?</strong></em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">sumber gambar: <a href="http://www.google.co.id/imgres?q=it%27s+only+failured&amp;hl">http://www.google.co.id/imgres?q=it%27s+only+failured&amp;hl</a></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/705/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/705/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/705/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=705&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/belajar-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/08/its-only-failure.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://www.google.co.id/imgres?q=it%27s+only+failured&#38;hl</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NIKMATNYA HIDUP</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/nikmatnya-hidup/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/nikmatnya-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 10:51:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=702</guid>
		<description><![CDATA[Manusia sering memimpikan keberhasilan. Merumuskan, menargetkan dan beraksi untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam hidupnya. Bahkan ada banyak pelatihan dan training motivasi untuk mencapai titik keberhasilan yang diikuti banyak orang. Tetapi terkadang aku bertanya, apakah sebenarnya keberhasilan itu? Benarkah seseorang yang berhasil adalah yang memiliki harta berlimpah? Dikenal banyak orang? Memiliki prestasi terkenal? Memiliki gelar yang... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/nikmatnya-hidup/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=702&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia sering memimpikan keberhasilan. Merumuskan, menargetkan dan beraksi untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam hidupnya. Bahkan ada banyak pelatihan dan training motivasi untuk mencapai titik keberhasilan yang diikuti banyak orang.</p>
<p>Tetapi terkadang aku bertanya, apakah sebenarnya keberhasilan itu? Benarkah seseorang yang berhasil adalah yang memiliki harta berlimpah? Dikenal banyak orang? Memiliki prestasi terkenal? Memiliki gelar yang panjang? Memiliki pasangan hidup yang tampan dan setia? Memiliki anak-anak yang cantik/tampan, pintar dan sehat?</p>
<p>Entah apa itu keberhasilan, setiap orang memiliki definisi keberhasilannya masing-masing sesuai dengan kondisi ia hidup dan berkembang. Bagi setiap orang biasanya keberhasilan melekat dengan bahagia. Jadi, berbahagialah seseorang bila ia mampu mencapai titik keberhasilan dalam hidupnya.</p>
<p>Lalu, bagaimana bila seseorang mengalami kegagalan dalam hidupnya? Saat ia tak mencapai apa yang ia harapkan dan targetkan? Saat seseorang tak memiliki harta yang melimpah, tak dikenal banyak orang, tak memiliki prestasi apa pun, tak memiliki pasangan hidup yang tampan dan setia, tak memiliki anak-anak yang cantik/tampan, pintar dan sehat? Dan banyak lagi….</p>
<p>Yang pasti, siapa pun ia selama ia masih hidup di dunia ini, entah ia gagal atau berhasil dalam mencapai mimpinya, tetap ia berhak menikmati kehidupan ini. Apakah, saat manusia mengalami kegagalan lantas ia harus mati? Harus bunuh diri?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu nikmat terbesar dalam hidup ini adalah kehidupan itu sendiri. Jadi, entah saya, anda, kamu, kita merasa berhasil atau gagal dalam hidup ini, hidup tetap akan terus berlanjut hingga Ia yang menentukkan kapan hidup ini akan berakhir. So, daripada melihat kehidupan ini gagal atau berhasil, lebih baik menikmati kehidupan itu sendiri bukan??</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><em><strong> So, sudahkah Anda menikmati hidup Anda hari ini?</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/702/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=702&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/08/11/nikmatnya-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WANITA oh WANITA</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/03/24/wanita-oh-wanita/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/03/24/wanita-oh-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 04:41:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[budha]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[minggu pagi di victoria park]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[S2]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[http://www.google.co.id/imglanding &#160; Wanita di Persimpangan Jaman Entah apa yang membuat saya tiba-tiba merasa benar-benar bersyukur, saat melewati detik-detik yang melelahkan di kala menyelesaikan penelitian linguistik ini. Setelah sebelumnya saya merasa stuck, karena di depan netbook Samsung saya lebih dari 12 jam tiap hari selama dua bulan ini.  Stuck karena tak terbiasa dengan rutinitas baru seperti... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/03/24/wanita-oh-wanita/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=691&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div style="text-align:center;"><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/wanita.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-696" title="wanita" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/wanita.jpg?w=199&#038;h=300" alt="" width="199" height="300" /></a> http://www.google.co.id/imglanding</div>
<div style="text-align:left;">
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Wanita di Persimpangan Jaman</strong></p>
<p>Entah  apa yang membuat saya tiba-tiba merasa benar-benar bersyukur, saat  melewati detik-detik yang melelahkan di kala menyelesaikan penelitian  linguistik ini. Setelah sebelumnya saya merasa <em>stuck, </em>karena di depan netbook Samsung saya lebih dari 12 jam tiap hari selama dua bulan ini.  <em>Stuck</em> karena tak terbiasa dengan rutinitas baru seperti ini, membaca buku,  memenggal kalimat-kalimat dari dua buku Pramoedya sebagai objek  penelitian sebanyak 200 halaman, merevisi proposal setelah dari  bimbingan dan <em>Googling</em> mencari bahan referensi. <em>It’s really boring sometimes</em>.</p>
<p>Di  sela-sela kebosanan itulah, kemudian saya mendengar tausyiah dari  Ustadz Natsir Haris di MQ FM Jogja soal bersyukur. “Bila mau bersyukur,  lihatlah ke bawah dan melihat saudara-saudara kita yang lain.  Bersyukurlah maka Allah akan tambahkan nikmat yang lain. Mengeluh hanya  akan membawa kita menjadi manusia menjadi kufur. Manusia yang kufur  nikmat akan dikurangi nikmatnya oleh Allah”. Kira-kira begitulah isi  tausyiah beliau.<span id="more-691"></span></p>
<p>Ya, saya bersyukur karena Allah dengan  skenarioNya yang luar bisa, akhirnya memberikan kesempatan untuk saya  menempuh dan menyelesaikan studi S2 saya saat ini (walau masih dalam  proses ^^). Bersyukur karena Allah memberikan kesempatan saya bertemu  dengan  orang-orang luar biasa dan saya bisa belajar banyak hal dari  mereka, dari lapisan masyarakat marginal hingga paling atas dalam  keragaman karakter, kepentingan, budaya dan pengalaman hidup.</p>
<p>Mereka  adalah inspirasi dan spirit saya untuk terus belajar dan menyadarkan  saya, kalau saya masih anak bau kencur yang harus belajar lagi.  Bersyukur karena keluarga dan teman-teman saya mensuport saya secara  penuh, ketika saya mengambil keputusan S2. Sebuah kesempatan yang tidak  semua wanita(Muslimah/akhwat) bisa peroleh.</p>
<p>Dilahirkan  sebagai wanita terkadang menjadi lebih rumit, serta harus berhadapan  dengan banyak konsekuensi pilihan dan paradigma buruk saat mengambil  pilihan yang agak berbeda dari biasanya, salah satunya kesempatan  pendidikan S2. Menjalani studi S2 bagi seorang wanita/Muslimah/<em>akhwat</em> dalam posisi belum menikah, seringkali membawa preseden buruk dan  membuat saya bikin gerah.</p>
<p>Tuduhan  miring seperti lebih mementingkan karir, mengejar materi untuk  kemapanan hidup, tidak mau diatur kaum adam, menutup diri terhadap kaum  adam, lupa dengan fitrah dll adalah sekian banyak preseden buruk itu.  Bahkan anggapan miring menjadi kaum feminis dan tak mau menikah kadang  muncul. Sementara itu, pilihan untuk menempuh S2 bagi wanita setelah  menikah juga bukan suatu hal yang mudah. Kesiapan finansial, ijin suami,  kesiapan anak dan keluarga untuk berbagi waktu dan support keluarga  besar adalah tuntutan yang tidak semua wanita yang telah menikah bisa  dapatkan begitu saja.</p>
<p>Maaf, kadang saya tidak bisa  menerima dan melihat adanya tidakadilan soal kesempatan pendidikan bagi  kaum adam dan kaum hawa di negeri ini atau bahkan di beberapa negara  lain. Saat lelaki memilih memperjuangkan memperoleh pendidikan yang  lebih tinggi, maka masyarakat akan menganggapnya sebagai proses yang  memang seharusnya ditempuh untuk memperoleh karir dan pekerjaan yang  lebih baik. Oleh karena, lelaki akan berposisi sebagai <em>qowam</em> yang menanggung kebutuhan finansial dan lahir batin, maka sudah  seharusnya kaum laki-laki berhak penuh untuk merintis karirnya dengan  pendidikan yang lebih tinggi.</p>
<p>Lalu, karena wanita memiliki  tanggung jawab reproduksi untuk mengandung dan melahirkan, maka tak  perlu repot-repot untuk memperjuangkan pendidikan yang terbaik bagi  dirinya. Karena wanita bisa kebablasan dan tidak ingat lagi dengan  fitrahnya bila terlalu fokus untuk menempuh pendidikannya.</p>
<p>Kami  sebagian wanita ini yang memilih untuk memperjuangkan pendidikan yang  terbaik saat ini, sama sekali tidak ingin merubah tatanan dalam Islam  soal kedudukan antara lelaki dan wanita, tidak untuk melupakan fitrah  kami sebagai madrasah bagi anak-anak kami dan sebagai rahim-rahim  peradaban kelak, bahkan tidak untuk menyaingi siapa pun. Kami hanya  ingin menjadi ibu-ibu yang terbaik bagi keluarga dan jaman kami kelak.  Kami ingin berperan dimana pun dengan ilmu, kemampuan dan pengalaman  terbaik yang kami miliki untuk agama, keluarga&amp;masyarakat di sekitar  kami.</p>
<p><strong>Sebuah Protret Kelam Wanita Muslim</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Saat  saya melihat dua film terakhir yang biasa saya sewa di Studio One  Jl.Gejayan, saya seperti menyaksikan dan ikut merasakan kegetiran  kondisi wanita-wanita Indonesia dan di Negara Islam lainnya. Saat saya  berjuang menyelesaikan penelitian linguistik yang kadang membosan ini  dengan nyaman di ruangan yang adem, maka saudara-sadara saya yang lain  justru berjuang untuk keluar dari jeratan kebodohan dan kejamnya  kehidupan ini. Inilah sebuah paradoks kenyataan.</p>
<p><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/minggu-pagi-di-victoria-park.jpg"></a><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/minggu-pagi-di-victoria-park1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-695" title="minggu pagi di victoria park" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/minggu-pagi-di-victoria-park1.jpg?w=300&#038;h=230" alt="" width="300" height="230" /></a></p>
<p>http://www.google.co.id/imglanding?</p>
<p>Minggu  Pagi di Victoria Park. Film yang bedurasi sekitar 2 jam ini digarap  dengan apik oleh Lola Amaria dengan setting tempat Indonesia dan  langsung di Hongkong. Kualitas film ini termasuk rata-rata di atas  dibanding film-film seronok Indonesia lainnya. Alur cerita,  cinematograpi, pemilihan setting tempat dan artis sangat memperlihatkan  bahwa film ini digarap tidak main-main. Saya cukup salut pada kemampuan  akting Lola Amaria yang berperan sebagai Mayang dan Titi Shuman sebagai  Sekar, adik Mayang. Keduanya bisa menggunakan dialeg bahasa Jawa Timur  dengan sangat baik&amp;pas, seperti orang jawa timur pada umumnya.</p>
<p>Victoria  Park adalah salah satu taman di Hongkong yang biasa digunakan oleh TKW  Indonesia untuk berkumpul di minggu pagi saat mereka bebas dari  pekerjaan. Di sini mereka berkumpul, berbagi cerita, masalah dan  informasi tentang apa pun. Persaingan keberhasilan hidup di Hongkong  sebagai TKW tampak didalamnya.</p>
<p>Setelah beberapa lama di Hongkong,  biasanya mereka akan mulai menggunakan uang mereka untuk membeli  barang-barang mahal yang tak bisa mereka beli di Indonesia. Selain itu,  mereka juga akan mengirimkan uang mereka ke keluarga untuk membeli  sawah, rumah, sepeda motor, kebutuhan makan dll. Tak jarang para TKW  tersebut terjerat utang/lintah darat, karena ekspektasi yang sangat  tinggi dari keluarga atau mereka dipermainkan oleh laki-laki yang tidak  bertanggung jawab.</p>
<p>Film ini mengisahkan tentang perjuangan  Mayang yang terpaksa menjadi TKW ke Hongkong, karena paksaan ayahnya.  Sebagai kakak tertua ia harus mencari adikknya Sekar yang telah  berangkat lebih dulu ke Hongkong sebagai TKW. Akan tetapi, Sekar  menghilang dan tidak memberi kabar lagi kepada keluarganya setelah  beberapa tahun di Hongkong. Dalam lika liku mencari Sekar itulah, tampak  realita berbagai pahit manisnya kehidupan TKW di Hongkong.</p>
<p>Film  kedua berjudul Budha. Budha adalah sebuah reruntuhan dari patung Budha  di Bamiyan Afganistan. “Film Iran garapan Hana Makhmalbaf ini dirilis  tahun 2007, enam tahun setelah patung Budha di Bamiyan diledakkan oleh  Taliban. Suatu tragedi bagi warisan peradaban dunia yang diruntuhkan  oleh fanatisme radikal. Peninggalan sejarah ribuan tahun itu telah  menjadi onggokan batu di antara relung-relung tebing, bersama para  penduduk etnis minoritas Hazara di wilayah Bamiyan ini. Hazara yang  berarti &#8216;ribuan&#8217;, adalah sebutan bagi ribuan tentara Mongol yang menetap  setelah menguasai wilayah Afghanistan sekarang. Mereka tinggal dan  akhirnya menjadi bagian dari bangsa Afghan meskipun sebagai minoritas  karena raut muka yang lebih mendekati orang Mongol dan beragama Syiah.” (<a rel="nofollow" href="http://bicarafilm.com/" target="_blank">http://bicarafilm.com/</a>)</p>
<div style="text-align:left;"><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/200baktay.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-693" title="200baktay" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/200baktay.jpg?w=157&#038;h=300" alt="" width="157" height="300" /></a></div>
<div style="text-align:left;">http://www.google.co.id/imglanding?q=budha+baktay&amp;um</div>
<p>Seorang  gadis kecil kira-kira berumur 5 atau 6 tahun bernama Ratapan Baktay  suatu hari terpana dengan seorang lelaki bocah kecil bernama Abbas.  Baktay yang hanya tinggal di rumah dan ditugasi oleh ibunya untuk  mengasuh adiknya yang masih bayi, terpukau oleh kepintaran Abbas yang  bisa membaca dan menceritakan cerita-cerita lucu padanya. Saat ia ingin  membaca buku milik Abbas, ia merasa malu, karena tak bisa membaca dan  hanya bisa menyebutkan nama benda-benda yang ada di dalam buku Abbas.</p>
<p>Baktay  merasa ingin sekali bisa membaca cerita-cerita lucu tersebut, seperti  Abbas yang lancar membaca. Maka ia pun ingin sekolah seperti Abbas. Film  ini mengisahkan lika liku perjuangan Baktay yang ingin sekolah di  suasana perang dan kondisi perang di Afganistan. Dalam kondisi tersebut,  kesempatan anak perempuan untuk sekolah menjadi sangat sulit dan kecil.</p>
<p>“Entah  &#8216;lucu&#8217; atau menyedihkan saat adegan anak-anak lelaki yang sudah  menggali kuburan bagi Baktay dan masing-masing menggegam batu siap  dilemparkan. Baktay hanya menjawab dengan lugu, <em>&#8220;Aku hanya ingin berangkat sekolah&#8221;. </em>Begitu  pula saat buku tulisnya yang dirampas dan dirobek-robek kertasnya untuk  dibuat mainan pesawat terbang dan dilempar ke arah bekas reruntuhan  patung Budha. Atau saat Abbas yang mencari Baktay diintai oleh &#8216;milisi  Taliban&#8217; dan dicurigai sebagai mata-mata Amerika.” (<a rel="nofollow" href="http://bicarafilm.com/" target="_blank">http://bicarafilm.com/</a>)</p>
<p><strong>Pendidikan Bagi Siapa Pun Tanpa Kecuali</strong></p>
<p>Itulah  potret kelam dan lika liku para wanita yang menginginkan pendidikan  bagi dirinya. Pendidikan bagi wanita menjadi titik penting bahkan urat  nadi yang tak bisa diputus begitu saja. Teringat pesan ibu saya  seringkali pada saya, “Jadilah wanita yang memiliki skill dalam  hidupnya”, begitu beliau berujar pada saya sejak SMA. Kala itu, saya  sama sekali tak memahaminya, baru setelah melihat berbagai realita  kondisi wanita saat ini termasuk melihat dua film di atas, saya mulai  memahami maksud beliau.</p>
<p>Wanita tanpa pendidikan adalah  ibarat onggokan tubuh yang hanya dipenuhi oleh naluri emosional dan  kebodohan tanpa memahami percaturan kehidupan ini. Ia hanya akan selalu  berada dalam posisi dimarginalkan tanpa bisa berbuat apa-apa bagi  dirinya, keluarga dan masyarakatnya. Sebuah posisi marginal yang lahir  dari budaya patriaki, paradigma, kondisi ekonomi dan struktur sosial  yang seringkali tidak memberikan kesempatan bagi wanita untuk belajar  apa pun tentang sekitarnya. Pendidikan yang terbaik bagi wanita membuat  dirinya memiliki skill dalam menjalani kehidupannya. Setidaknya ia mampu  mempertahankan keluarganya sendiri dalam kondisi apa pun.</p>
<p>Peradaban  Islam sama sekali tak pernah memarginalkan peran wanita dan laki-laki  soal pendidikan, maka akankah masing-masing dari kita membiarkan  paradigma/tuduhan miring dll itu ditumbuhkan subur saat ini?? 3-5 Tahun  lagi kondisi bangsa ini akan berbeda jauh dari sekarang, semua sisi  elemen kehidupan dituntut dimiliki kompetensi yang memadai, basis  keilmuan yang matang, pengalaman yang luas dan pengembangan profesi yang  kreatif, solutif dan inovativ. Tuntutan itu akan ada semua sisi  kehidupan, termasuk pos-pos yang akan banyak diisi oleh  wanita/Muslimah/Akhwat. Maka tanggung jawab dari kita masing-masing  untuk memilih apa-apa yang dibutuhkan untuk mengisi pos-pos itu.  Wallahu’alambishowab</p>
<p>dedicated: to all women who struggle for their dream without limitation time&amp;place</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/691/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/691/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/691/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=691&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/03/24/wanita-oh-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/wanita.jpg?w=199" medium="image">
			<media:title type="html">wanita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/minggu-pagi-di-victoria-park1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">minggu pagi di victoria park</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/03/200baktay.jpg?w=157" medium="image">
			<media:title type="html">200baktay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISPA?! Siapakah Dia?</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/02/26/683/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/02/26/683/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 07:30:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[AC]]></category>
		<category><![CDATA[debu]]></category>
		<category><![CDATA[ISPA]]></category>
		<category><![CDATA[polusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[http://arc165.wordpress.com Awal Berkenalan dengan ISPA Saya tidak pernah percaya bahwa saya adalah salah satu pengidap ISPA (infeksi saluran pernafasan akut). Riwayat kesehatan saya paling parah saat ini adalah gejala typus, itupun sewaktu saya masih TK. Saat itu saya sampai harus dirawat inap selama seminggu. Setelah itu, ibu saya sangat protektif soal kesehatan saya. Intinya ga... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/02/26/683/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=683&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/02/ispa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-684" title="ispa" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/02/ispa.jpg?w=300&#038;h=171" alt="" width="300" height="171" /></a></p>
<p style="text-align:center;">http://arc165.wordpress.com</p>
<p><strong>Awal Berkenalan dengan ISPA</strong></p>
<p>Saya tidak pernah percaya bahwa saya adalah salah satu pengidap ISPA (infeksi saluran pernafasan akut). Riwayat kesehatan saya paling parah saat ini adalah gejala typus, itupun sewaktu saya masih TK. Saat itu saya sampai harus dirawat inap selama seminggu. Setelah itu, ibu saya sangat protektif soal kesehatan saya. Intinya ga boleh jajan sembarang.</p>
<p>Pertama kali mendengar bahwa saya mengidap ISPA sekitar bulan September/oktober 2009, saya lupa tepatnya. Pastinya saat itu saya sedang sibuk-sibuknya dengan penelitian skripsi saya dan harus bolak balik jogja-banguntapan 2-3 kali setiap minggu. Saat itu, saya mengendarai motor melewati jalanan Banguntapan yang memang sangat berdebu dan panas. Akhirnya, saya pun terkena flu beberapa hari.</p>
<p>Saya kira hanya flu biasa, karena kelelahan dan kebanyakan minum es. Semenjak kecil saya memang dilarang minum es, karena pasti batuk pilek setelah minum es. Menyusul beberapa hari kemudian saya demam, tenggorokan sakit dan flu makin parah. Tak ada pilihan lain, selain dibawa ke dokter. Setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa saya terkena ISPA. Awalnya saya tidak percaya, karena ISPA saya kira seperti asma. Susah nafas, tiba-tiba pingsan dan susah menarik nafas.<span id="more-683"></span></p>
<p>Ternyata, perkiraan dan bayangan saya seperti itu tidak terlalu tepat.  Saya baru meyakini bahwa saya memang mengidap ISPA saat di Jakarta Oktober tahun lalu. Saat itu sedang ada tugas kantor dan kami menginap di hotel sekitar 5 hari. Kami ada pameran CSR Expo di JCC. Rutinitas saya tiap pagi adalah berangkat pukul 08.30 menggunakan taksi ke JCC, kemudian stand bay di JCC sampai pukul 19.00. Jadi saya pun berinteraksi dengan AC hampir 24 jam mulai di hotel, taksi dan JCC. Paling jalan menuju stand dari parkiran saja yang saya bebas dari AC. Itu pun sangat panas dan berdebu.</p>
<p>Hari kedua tiba-tiba, flu menyerang saya, tubuh menjadi dingin sekali. Syal yang saya gunakan tampaknya tak banyak membantu untuk menghangatkan badan. Hari keempat saya bertugas, saya pun tak kuat lagi terpaksa mendekam di hotel. Dengan bantuan habatusyauda dan minyak angin herbal, kondisi tubuh dan pernfasan saya mulai membaik. Sampai saat ini saya memang benar-benar menghindari mengkonsunsi obat-obatan kimia, seperti antibiotik.</p>
<p><strong>Mengenal ISPA Lebih Baik</strong></p>
<p>Kasus kedua saya alami saat lebaran tahun lalu. Saat itu saya duduk di depan mobil sebelah sopir, ketika keluarga saya sedang berlibur ke Jogja. Kondisinya saat itu jalan raya sangat padat, polusi, debu dan panas. Apalagi saya duduk dibagian depan dengan kaca mobil tidak saya tutup, maka terhiruplah semua debu itu. Seketika, dingin merambati tubuh saya, bersin-bersin beberapa kali dan tenggorokan saya sakit. Setelah siang sampai di rumah, saya pun langsung ambruk sakit.</p>
<p>Kasus ketiga, saat saya menginap di hotel lagi. Hehehe ga bakal jadi orang kaya nih ^^ Kebetulan ada teman lama yang lagi ke Jogja awal pekan ini, saya pun mampir sekalian menginstalkan microsoft office pada netbooknya yang baru. Karena tiba-tiba hujan turun, semakin deras dan tak berhenti-berhenti, saya pun diajaknya menginap di kamarnya. Sambil kami ngobrol dan makan malam. Beberapa hari pulang dari hotel saya tiba-tiba bersin-bersin dan mulai flu. Terus ya akhirnya sama dengan kasus di atas, tenggorokan sakit, susah nafas, agak demam dan meler terus.</p>
<p>Sebenarnya pemicu utamanya bukan hotel, tetapi juga polusi. Beberapa pekan ini saya memang lagi malas menggunakan masker/slayer saat naik motor. Mikirnya sih karena hanya dekat ini, tak apa-apalah. Setelah itu, bertemu dengan AC dengan temperature yang sangat dingin dan udara yang sangat tidak sehat dengan AC (menurut saya).</p>
<p>Maka, jadilah kolaborasi menarik yang memicu saya kembali terserang ISPA, debu, polusi, udara kotor dan temperature dingin. AC membuat udara bersikulasi tidak seperti biasanya, hanya berputar di ruangan itu-itu saja. Maka debu, polusi dan kuman pun jadi ikut mengalir berputar-putar terus. Yah itu sih pemahaman saya soal AC, intinya AC itu banyak efek negatifnyalah ^^.</p>
<p><strong>Hindari ISPA</strong></p>
<p>So, kawan-kawan kalau terserang flu atau batuk jangan diabaikan begitu saja yah. Selalu perhatikan baik-baik nasehat dari dokter dan kemudian cari info yang lebih detail soal penyakit yang kita alami. Belajar dari pengalaman saya tersebut, akhirnya saya mulai memahami sekarang bahwa saya tampaknya sangat sangat alergi dengan debu, polusi, udara kotor dan dan temperature panas/dingin yang ekstrem. Perpaduan dari semua itu akan sangat mudah menurunkan kekebalan tubuh saya. Walaupun saya sudah berolahraga rutin 1-2 kali sepekan dan makan sayuran juga.</p>
<p>Sebenarnya kalau cuma musim dingin/hujan sih tak masalah, karena aktifitas saya terkadang juga banyak di luar saat musim hujan. Saya jarang sakit karena kehujanan. Tetapi bila dikolaborasi dengan polusi, debu dan udara kotor, maka ISPA pun tak bisa dihindarkan. Maka mau tak mau, sekarang saya benar-benar harus berhati-hati dengan polusi, debu dan udara kotor dengan menggunakan slayer saat naik motor, syal tebal dan persedian habatusyauda plus madu dimana pun dan kapapun. Semua itu untuk menjaga stamina tubuh dan menghindari pemicu ISPA saya.</p>
<p>Selain itu, pilihan terbaik adalah memilih tempat tinggal yang jauh dari polusi, debu dan ruangan yang memiliki sirkulasi yang baik. Hal itu, saya pikir cukup bisa membantu untuk menghindari serangan ISPA yang mendadak dan sering. Dan tampaknya daerah semacam Jakarta sangat perlu saya hindari ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/683/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=683&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/02/26/683/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/02/ispa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ispa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKUATAN DOA DIBALIK NILAI YANG RAIB!</title>
		<link>http://yuliku.wordpress.com/2011/02/16/kekuatan-doa-dibalik-nilai-yang-raib/</link>
		<comments>http://yuliku.wordpress.com/2011/02/16/kekuatan-doa-dibalik-nilai-yang-raib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 14:15:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuliku</dc:creator>
				<category><![CDATA[serba serbi]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[semester]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliku.wordpress.com/?p=676</guid>
		<description><![CDATA[http://afterthisandthat.com/2010/05/agar-kami-tidak-menjadi-mereka/ Berada di penghujung semester itu terasa di penghujung tanduk. Mengapa? Karena semua hal menjadi titik penentu untuk proses selanjutnya. Gagal satu mata kuliah di semester ini, maka akan mengulang di dua semester selanjutnya. Tidak mengikuti ujian compre di akhir semester 3 ini sebagai syarat wajib untuk sidang thesis, maka tidak bisa mengikuti sidang thesis.... <a href="http://yuliku.wordpress.com/2011/02/16/kekuatan-doa-dibalik-nilai-yang-raib/">Read more.</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=676&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/02/doa.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-677" title="doa" src="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/02/doa.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:center;">http://afterthisandthat.com/2010/05/agar-kami-tidak-menjadi-mereka/</p>
<p>Berada di penghujung semester itu terasa di penghujung  tanduk. Mengapa? Karena semua hal menjadi titik penentu untuk proses selanjutnya. Gagal satu mata kuliah di semester ini, maka akan mengulang di dua semester selanjutnya. Tidak mengikuti ujian compre di akhir semester 3 ini sebagai syarat wajib untuk sidang thesis, maka tidak bisa mengikuti sidang thesis.  Intinya, semua hal harus dipastikan beres untuk masuk ke semester 4 berikutnya! Bila memang target lulus kali ini tinggal hitungan bulan kedepan. Hufttt….<br />
<span id="more-676"></span><br />
Memasuki Januari 2011 lalu, saya dan kawan-kawan mulai berjibaku dengan ujian akhir semester, seperti biasa semua mata kuliah berbentuk paper dan penelitian, tidak ada yang dikerjakan di kelas. Cukup menyita waktu dan tenaga pastinya. Satu paper untuk hasil sempurna butuh waktu seminggu setidaknya, mulai dari hunting buku referensi, jurnal penelitian dll.</p>
<p>Untuk saya sendiri, proses ini awalnya menjadi sangat berat, bukan soal harus hunting buku dll itu, tetapi setelah saya mondar mandir ke bagian akademik dan jurusan, saya sadar ada 2 mata kuliah saya di semester 2 ada yang belum keluar!!! Itu berarti saya bisa terancam tidak bisa mengikuti ujian compre pertengahan Februari yang berarti tidak bisa mengambil ujian thesis 3 bulan kedepan dan tidak bisa lulus di tahun ini!</p>
<p>Kosongnya dua nilai mata kuliah tersebut, sungguh di luar dugaan saya. Seumur-umur saya belum pernah sama sekali bermasalah dengan mata kuliah yang tidak keluar nilainya. Saya berfikir semuanya akan berjalan sesuai rencana, menyelesaikan UAS hingga akhir Januari setelah itu ujian compre di pertengahan Februari dengan sambil menyelesaikan penelitian thesis saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>TAK ADA KATA PATAH ARANG</strong></p>
<p>Pada akhirnya saya mencoba menerima realita ini dan mencoba berfikir dengan tenang langkah apa yang akan diambil untuk menyelesaikan dengan kepala dingin. Protes ke bagian akademik atau jurusan hanya akan memperpanjang masalah. Bersyukurlah memiliki teman-teman sekelas yang kompak abis ^_^ Plus saya yang emang bakat provokatorin temen-temen, akhirnya kami memutuskan maju untuk lobi ke jurusan  dengan beberapa bentuk diplomasi.</p>
<p>Cara pertama dengan gaya formal, baik-baik dan dengan penuh senyum. Kalau tidak berhasil maka gaya memelas dan pengakuan dosa, padahal kami tidak melakukan dosa hehe..yah biasalah supaya menyentuh hati pihak-pihak yang berwenang. Kalau masih tidak berhasil, maka terpaksa kami akan memilih memilih agak “keras”, menjelaskan untung ruginya bila 50% kelas saya dan kawan-kawan tidak lulus tepat waktu bagi jurusan. Terkesan kejam sih, tapi apa boleh buat pertarungan ini harus kita menangkan!  Butuh beberapa pekan untuk membereskan dua nilai yang tidak keluar ini.</p>
<p>Berhadapan dengan birokrasi sangat rumit dan tak jelas juntrungannya, yang satu bilang A, yang lain bilang B, yang lain lagi bilang C. Belum lagi harus mengejar dan kadang menunggu beberapa dosen yang memiliki wewenang untuk menyelesaikan urusan ini. Rasanya bener-bener putus asa dan target ujian compre serta sidang thesis semakin jauh di pelupuk mata. Kosenstrasi saya untuk menyelesaikan tugas-tugas ujian akhir semester 3 lalu semakin tidak karuan.</p>
<p>Ditengah kelelahan dan deraan keputusasaan itu, bersyukur memiliki teman-teman sekelas yang saling mendukung, saling membantu dan mengingatkan untuk terus berfikir lebih jernih tak terbawa emosi. Masih ada waktu beberapa pekan untuk menyelesaikan masalah ini sambil terus menyelesaikan tugas-tugas UAS di bulan Januari lalu. Kami berusaha membahas dan berkomunikasi terus menerus untuk melihat setiap kemungkinan dan cara untuk menyelesaikan masalah ini.</p>
<p><strong>Februari pun tiba</strong>.</p>
<p>Akhirnya setelah berjibaku dengan kawan-kawan hampir kurang lebih selama satu bulan, hari ini adalah hari paling melegakan buat saya. Walau memang belum sepenuhnya selesai. Satu mata kuliah sudah keluar nilainya dan satu belum. Tetapi saya masih tetap bisa mengikuti ujian compre tanggal 22 Februai esok, karena ternyata rekapitulasi nilai di semester akhir ini di semua jurusan belum selesai, tetapi ujian compre harus tetap berjalan!! Alasan yang aneh tetapi sangat menguntungkan buat saya dan kawan-kawan (pipit&amp;vivin) ^^</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DOA</strong></p>
<p>Kawan, harapan bisa menjadi titik zero di mata manusia, tidak mungkin. Tetapi saat Ia mulai memainkan tangan-tanganNya, maka apa pun menjadi mungkin. Maka, apa yang bisa menjadikan titik zero itu menjadi titik-titik kemungkinan? Doa dan usaha maksimal. Klise jawabannya. Tapi ya memang itu jawabannya ^^ Ikut training motivasi, ikut ESQ atau ikut apa pun toh pada akhirnya tetap kembali ke dua hal tersebut.</p>
<p>Saat membuka lembaran mushaf, saya bagaikan terus diingatkan akan kekuasaanNya, salah satunya  kira-kira berbunyi seperti ini “Hanya Allah pemegang apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi. Ia sebaik-baiknya tempat segala urusan dikembalikan” (maaf untuk surat apa dan ayat berapanya, saya lupa). Seisi dunia ini saja Ia urus, masak nilai saya yang cuma dua itu tidak Ia urus, pikir saya. So, dengan membangun keyakinan dan terus berharap saya memohon padaNya untuk membukakan segala pintu yang ada untuk bisa mengikuti semua proses hingga sidang thesis sesuai rencana yang ada.</p>
<p>Doa mengajarkan hamba-hambaNya untuk terus bersabar, bersyukur dan bertahan dalam keteguhan. Dalam doa ada harap, ketenangan, mimpi dan iman. Doa adalah kekuatan jiwa. Ya kira-kira demikian definisi yang bisa saya gunakan, setelah melewati proses panjang untuk memperjuang nilai saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Jadi, mintalah semuanya padaNya, dari yang kecil, sepele, susah sampai yang paling rumit.</strong></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliku.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliku.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliku.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliku.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliku.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliku.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliku.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliku.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliku.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliku.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliku.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliku.wordpress.com/676/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliku.wordpress.com/676/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliku.wordpress.com/676/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliku.wordpress.com&amp;blog=967317&amp;post=676&amp;subd=yuliku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliku.wordpress.com/2011/02/16/kekuatan-doa-dibalik-nilai-yang-raib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c17b63aad02984da98f4267d30f80c6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuliku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuliku.files.wordpress.com/2011/02/doa.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">doa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
